![]() |
Penulis saat diminta mengisi kajian di masjid Sentra Pendidikan BRI Yogyakarta. |
Mengisi hati dan pikiran dengan pandangan positif sangat besar pengaruhnya dalam mewujudkan kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Ketika seseorang telah berusaha dan akhirnya gagal, misalnya, tentu langkah berikutnya bagi orang berpandangan positif dan negatif akan berlainan.
Bagi orang yang berpandangan positif akan segera mengevaluasi diri, khususnya dalam menemukan kekurangan mengapa bisa gagal untuk kemudian diperbaiki demi langkah berikutnya. Pandangannya kepada Tuhan juga tetap positif. Aku yakin Tuhan sedang menyiapkanku untuk berhasil bukan pada saat ini, akan tetapi di masa berikutnya dengan keberhasilan yang lebih baik lagi. Demikian ia mantap dalam hati untuk kemudian melangkah dengan bismillah.
Sebaliknya bagi orang yang berpandangan negatif. Ia segera menyimpulkan bahwa tidak mungkin dirinya bisa berhasil. “Nek ora bakat sugih yo ngene iki, masio usaha nganti jungkir walik yo ra bakalan kasil.” (Bila tidak berbakat kaya ya seperti ini, meski usaha sampai jungkir balik ya tidak akan bisa berhasil). Demikian pungkasnya.
Dalam kacamata agama, kita memang harus mengisi hati dan pikiran yang positif. Sebab, Allah Swt. pun akan memberikan sesuatu sesuai dengan sangkaan hamba-Nya. Mengenai hal ini, mari kita perhatikan hadits berikut:
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman, ‘Aku berada pada sangkaan hamba-Ku. Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam suatu kaum maka Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik darinya. Dan jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Jika ia mendekat pada-Ku satu hasta maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Bukhari)
Jika memang nyatanya demikian, yakni Allah sesuai dengan sangkaan hamba-Nya, alangkah ruginya bila kita tidak menyangka yang baik-baik saja. Tinggal menyangka saja kok, sungguh ini tanpa modal, istilahnya. Bila persangkaan yang baik atau pandangan positif akan terbangun, maka Allah akan menganugerahkan ide, memudahkan jalan, memunculkan pendukung, dan seterusnya, sehingga lebih mudah lagi dalam meraih keberhasilan.
Inilah dahsyatnya cara pandang yang positif atau husnuzhan. Pengaruhnya tidak hanya pada kekuatan jiwa saja. Pada tahap selanjutnya hal ini juga berpengaruh pada kesehatan jasmani seseorang. Contoh mudahnya, bila seseorang sudah tidak percaya dengan dokter tertentu, diberi obat apa pun biasanya akan sulit mendapatkan kesembuhan. Namun, bila seseorang sudah mantap dengan dokter tertentu, meski obatnya sama dengan dokter yang sebelumnya ia tidak mantap, bisa jadi pasien tersebut akan mengalami kesembuhan. Oleh karena itu, marilah kita penuhi hati dan pikiran kita dengan pandangan positif dalam menghadapi segala sesuatu agar kita lebih mudah untuk meraih keberhasilan.
Salam dari Jogja [Akhmad Muhaimin Azzet]
Orang yg berpikiran sempit memang dalam pikirannya gagal melulu, ...memang harusnya selalu optimis dan berpikir positif ya pak...trimakasih pencerahannya pak🙏
BalasHapusInggih, betul sekali. Optimis juga membuat hidup jadi sehat. Makasih ya. Salam dari Jogja.
HapusBerpandangan positif, berprasangka baik juga,semangat
BalasHapusBetul sekali. Hidup jadinya terasa bahagia. makasih banyak ya, Mbak. Semoga sehat selalu.
Hapushati saya jadi tercerahkan
BalasHapusbeberapa hari ini, inginnya emosi
pikiran melalang buana tak karuan
Alhamdulillaah..., tenang Bang, tahan emosi, hehe... Semoga sehat selalu.
HapusBerpikir dan berjiwa positif itu termasuk salah satu tanda orang sehat rohani dan jasmani. Untuk apa berburuk pikir. Hidup ini hanya sementara.
BalasHapusBetul sekali, ini kunci penting agar sehat rohani dan jasmani. Makasih banyak ya, Mbak. semoga sehat selalu.
HapusBerpikiran positif dan yakin, penting banget dalam hidup, dan meraih sukses.... Contoh yang menarik dengan komparatif keyakinan terhadap dokter...
BalasHapusBetul sekali. Makasih banyak ya. Semoga sehat selalu.
Hapustubuh manusia ni ibarat magnet. jika kita 'tarik' yang positif maka kita akan dapat yang positif. begitulah sebaliknya...
BalasHapusDan itu adalah pilihan ya, Mbak. Maka mari memilih yang "enak" tentunya. Makasih ya, Mbak. Semoga sehat selalu.
Hapushidup bahagia, tentram dan damai....
BalasHapusposting bermanfaat..
Alhamdulillaah..., betapa menjadi keinginan kita semua ya.... bahagia, tenteram, damai. Makasih ya. Semoga sehat selalu.
Hapusperkongsian yang bermanfaat. peringatan untuk diri supaya selalu bersangka baik dan positif
BalasHapusAlhamdulillaah..., terima kasih banyak ya. Semoga sehat selalu. Salam dari Indonesia.
HapusBerpikir positif dan berperilaku yang baik dan benar sesuai syariat Islam insya allah semakin membawa barokah bagi diri kita dan keluarga aamiin.
BalasHapusNah, itu hal pentingnya. Membawa barokah bagi diri dan keluarga. Makasih banyak ya, Mbak. semoga sehat selalu.
Hapus