28/06/18

Bisa Menghadapi Masalah dengan Baik

Saat mengisi pengajian di daerah Sleman, Yogyakarta.
Besar kecilnya masalah yang dihadapi seseorang tergantung dari seberapa kuat atau tidaknya seseorang bersandar kepada Allah Swt.

Ada orang yang tampaknya menghadapi masalah yang berat, akan tetapi hatinya begitu kuat bersandar kepada-Nya, maka baginya masalah yang dihadapinya biasa-biasa saja, meski orang lain memandangnya berat.

Begitu pula sebaliknya, ada orang yang menghadapi masalah ringan menurut anggapan orang lain, namun ia tak bersandar kepada Allah, maka ia merasa berat menghadapi masalah tersebut.

24/05/18

Rukun dan Sunnah Puasa Ramadhan

Santri TPA Al-Muhtadin ngaji jelang buka puasa
bersama Kak Aam.
Rukun Puasa

Rukun adalah sesuatu yang harus dikerjakan atau dipenuhi dalam suatu ibadah yang berhubungan erat dengan keabsahan dari ibadah yang sedang dikerjakan.

Berikut adalah rukun puasa:

1. Berniat untuk mengerjakan puasa; niat ini harus dilakukan setiap hari atau setiap akan mengerjakan puasa pada malamnya. Hal ini berdasarkan sebuah hadits, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

17/05/18

Pengertian, Syarat Wajib, dan Syarat Sah Puasa Ramadhan

Penulis saat ceramah Tarawih di Masjid Al-Muhtadin.
Pengertian Puasa

Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk mengerjakan puasa selama sebulan penuh. Hukumnya fardhu ‘ain (kewajiban perseorangan) atas setiap Muslim yang sudah mukallaf atau sudah baligh dan berakal.

Secara bahasa, puasa berasal dari bahasa Arab, “shaumu” yang artinya menahan dari segala sesuatu. Sedang menurut syariat Islam, puasa adalah meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat tertentu.

08/05/18

Tawakal dan Jalan Rezeki

Kedaulatan Rakyat, 27 April 2018.
Tawakal atau memasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt. sangat erat kaitannya dengan jalan rezeki bagi seorang hamba. Dalam hal ini, marilah kita cermati sabda Rasulullah Saw. berikut:

“Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, Dia memberimu rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Mereka berangkat pagi-pagi dengan perut lapar, dan pulang pada sore hari dengan perut kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Berdasarkan hadits tersebut, ada tiga pelajaran penting yang dapat kita petik. Pertama, pentingnya bertawakal dengan sebenarnya. Yakni, keyakinan yang kuat kepada Allah Yang Mahakuasa. Keyakinan yang menyandarkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Mengatur dan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Keyakinan yang demikian berbanding lurus dengan keberhasilan. Bukankah dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

20/04/18

Pendidikan Tidak Hanya Mengembangkan Kecerdasan Intelektual

Masjid Al-Muhtadin, Perum Purwomartani Baru,
 Kalasan, Sleman.
Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang sangat penting untuk dikembangkan dalam diri manusia. Ketiganya merupakan karunia Tuhan yang tidak boleh diabaikan agar manusia dapat menjalani dan menikmati kehidupannya dengan baik.

Akan tetapi, hal yang jangan sampai terjadi adalah mengembangkan kecerdasan yang satu, namun mengabaikan kecerdasan yang lainnya. Misalnya, sebagian orangtua dan para guru merasa bangga bila anak-anak mencapai prestasi yang baik dalam kecerdasan intelektualnya; dan seakan lupa bahwa masih ada kewajiban untuk mengembangkan kecerdasan yang lainnya dalam diri anak, yakni kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.