17/10/18

Menilai Orang Lain

Foto suatu malam di Masjid Rumah Sakit Sardjito,
Yogyakarta.
Di beberapa kali pengajian, ketika ada yang bilang, si A salah, si B ga bener, karena telah begini dan begitu, sang guru berkomentar begini:

Kita ini ibaratnya sama-sama sebagai anak sekolah yang sedang mengerjakan soal-soal ujian. Sebagai sesama peserta ujian, ga perlu bagi kita ikut-ikutan menilai hasil garapan peserta ujian lain. Biar Allah Ta’ala saja yang memberikan penilaian.

Lalu, ada yang bertanya, kalau begitu letak dakwah di mana?

21/09/18

Di Bilik Si Sakit dan di Samping Si Lapar Ada Allah Swt.

Masjid Jami' Baiturrahim, Sopalan Sabo, Maguwoharjo,
Depok, Sleman, Yogyakarta.
Ada sebuah hadits qudsi yang sungguh penting untuk kita perhatikan jika ingin mendapatkan rahmat-Nya. Yakni sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah Swt. kelak di hari kiamat akan bertanya, ‘Hai anak Adam, Aku sakit, tetapi kenapa engkau tidak menjenguk-Ku?’

“Jawab anak Adam, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku harus menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?’

“Allah bertanya, ‘Apakah engkau tidak tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, sedangkan engkau tidak menjenguknya? Apakah engkau tidak tahu, seandainya engkau menjenguknya, maka engkau akan dapati Aku di sisinya?’

23/08/18

Jangan Sampai Rugi Gara-Gara Pilpres

Kedaulatan Rakyat,
16 Agustus 2018.
Ajang pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) adalah sebuah ikhtiar dalam kehidupan bernegara untuk memilih pemimpin negeri tercinta ini. Oleh karena itu, sebagai warga negara, marilah kita ikuti proses ini dengan cara yang baik. Jangan sampai kita rugi gara-gara Pilpres. Kerugian ini bisa terjadi karena cara menyikapi kita yang salah terhadap Pilpres.

Di antara kerugian yang bisa terjadi adalah, pertama, rusaknya hubungan persaudaraan. Hal ini bisa terjadi karena kita ikut-ikutan membicarakan kekurangan atau bahkan keburukan pasangan capres yang bukan pilihan kita. Bila hal ini didengar teman atau tetangga yang kebetulan mendukung pasangan capres tersebut, tentu ia akan tidak suka, sakit hati, marah, atau menjelekkan balik pasangan capres yang kita dukung. Sungguh, jangan sampai persaudaraan kita rusak gara-gara ini.

06/08/18

Cara Mencium Tangan Orangtua

Foto dipotret ulang dari karya Dwi Oblo.
Saya tertarik menuliskan ini karena, menurut saya, tidak sedikit anak-anak yang mencium tangan orangtuanya, ternyata yang dilakukan bukan mencium tangan, tapi memipi tangan (menempelkan tangan orangtua ke pipi), atau ada juga yang mengening tangan (menempelkan tangan orangtua ke kening).

Namanya saja mencium, maka caranya ya tangan ibu atau ayah atau guru kita cium dengan hidung.

Namanya saja mencium, maka bukan sekadar menempelkan tangan beliau di ujung hidung kita. Sebagaimana kalau kita mencium buah mangga, misalnya, untuk mengetahui sudah matang dan wangi apa belum, apa yang kita lakukan? Ya, kita menghirup aromanya. Demikian pula caranya dalam mencium tangan orangtua.

28/06/18

Bisa Menghadapi Masalah dengan Baik

Saat mengisi pengajian di daerah Sleman, Yogyakarta.
Besar kecilnya masalah yang dihadapi seseorang tergantung dari seberapa kuat atau tidaknya seseorang bersandar kepada Allah Swt.

Ada orang yang tampaknya menghadapi masalah yang berat, akan tetapi hatinya begitu kuat bersandar kepada-Nya, maka baginya masalah yang dihadapinya biasa-biasa saja, meski orang lain memandangnya berat.

Begitu pula sebaliknya, ada orang yang menghadapi masalah ringan menurut anggapan orang lain, namun ia tak bersandar kepada Allah, maka ia merasa berat menghadapi masalah tersebut.