09/05/19

Berhenti Maksiat, Rezeki Berkah

Istiqamah menapaki jalan, menepis segala godaan.
Berhenti dari perbuatan maksiat dapat menyebabkan rezeki menjadi lancar. Tampaknya tidak banyak orang yang sepaham dengan hal ini. Sebab, banyak orang yang maksiatnya jalan terus, nyatanya rezeki juga lancar dan bahkan bertambah-tambah. Tapi, tunggu dulu, rezeki yang dimaksudkan di sini adalah rezeki yang penuh keberkahan dari Allah Swt.

Rezeki yang berkah adalah rezeki yang membuat orang yang memperolehnya semakin bertambah bahagia, tenteram hatinya, baik dan rukun keluarganya, dan kian bertambah pula kebaikan yang dilakukannya karena adanya rezeki tersebut. Rezeki yang seperti inilah yang tidak bisa diperoleh jika seseorang tidak berhenti dari perbuatan maksiat.

11/12/18

Uang Semakin Bertambah

Berikhtiar dan berdoa, semoga Allah mengabulkan.
Pada suatu hari saya usul ke bendahara masjid agar menaikkan jumlah isi amplop yang diberikan kepada para penceramah pengajian. Saya sampaikan juga bahwa semakin bertambah besar yang kita berikan, insya Allah akan semakin bertambah banyak pula jumlah perolehan yang masuk ke dalam kotak infaq. Mari kita buktikan! Demikian saya mengakhiri pembicaraan dengan pengurus takmir tersebut.

Ternyata betul. Semenjak uang transportasi untuk penceramah ditambah, maka bertambah pula jumlah uang infaq yang masuk ke takmir masjid. Saya memang sangat meyakini hal ini. Tidak hanya bagi masjid, tentu bagi siapa saja yang mau memberi, pasti dia akan menerima. Ajaibnya, yang diterima bukan jumlah yang sama, tapi lebih besar dari jumlah yang telah disedekahkannya.

17/10/18

Menilai Orang Lain

Foto suatu malam di Masjid Rumah Sakit Sardjito,
Yogyakarta.
Di beberapa kali pengajian, ketika ada yang bilang, si A salah, si B ga bener, karena telah begini dan begitu, sang guru berkomentar begini:

Kita ini ibaratnya sama-sama sebagai anak sekolah yang sedang mengerjakan soal-soal ujian. Sebagai sesama peserta ujian, ga perlu bagi kita ikut-ikutan menilai hasil garapan peserta ujian lain. Biar Allah Ta’ala saja yang memberikan penilaian.

Lalu, ada yang bertanya, kalau begitu letak dakwah di mana?

21/09/18

Di Bilik Si Sakit dan di Samping Si Lapar Ada Allah Swt.

Masjid Jami' Baiturrahim, Sopalan Sabo, Maguwoharjo,
Depok, Sleman, Yogyakarta.
Ada sebuah hadits qudsi yang sungguh penting untuk kita perhatikan jika ingin mendapatkan rahmat-Nya. Yakni sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah Swt. kelak di hari kiamat akan bertanya, ‘Hai anak Adam, Aku sakit, tetapi kenapa engkau tidak menjenguk-Ku?’

“Jawab anak Adam, ‘Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku harus menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?’

“Allah bertanya, ‘Apakah engkau tidak tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, sedangkan engkau tidak menjenguknya? Apakah engkau tidak tahu, seandainya engkau menjenguknya, maka engkau akan dapati Aku di sisinya?’

23/08/18

Jangan Sampai Rugi Gara-Gara Pilpres

Kedaulatan Rakyat,
16 Agustus 2018.
Ajang pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) adalah sebuah ikhtiar dalam kehidupan bernegara untuk memilih pemimpin negeri tercinta ini. Oleh karena itu, sebagai warga negara, marilah kita ikuti proses ini dengan cara yang baik. Jangan sampai kita rugi gara-gara Pilpres. Kerugian ini bisa terjadi karena cara menyikapi kita yang salah terhadap Pilpres.

Di antara kerugian yang bisa terjadi adalah, pertama, rusaknya hubungan persaudaraan. Hal ini bisa terjadi karena kita ikut-ikutan membicarakan kekurangan atau bahkan keburukan pasangan capres yang bukan pilihan kita. Bila hal ini didengar teman atau tetangga yang kebetulan mendukung pasangan capres tersebut, tentu ia akan tidak suka, sakit hati, marah, atau menjelekkan balik pasangan capres yang kita dukung. Sungguh, jangan sampai persaudaraan kita rusak gara-gara ini.