Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sedangkan waktu untuk mengerjakan shalat Tarawih adalah sesudah shalat Isya sampai dengan terbitnya fajar. Jadi, shalat tarawih dapat dikerjakan sehabis shalat Isya secara langsung, dikerjakan pada tengah malam, atau pada sepertiga malam yang terakhir.
Pada awalnya, shalat Tarawih dikerjakan oleh Nabi SAW bersama para sahabat secara berjamaah di Masjid Nabawi. Namun, hal ini hanya dilakukan oleh Nabi SAW selama tiga malam, setelah itu para sahabat melakukan shalat secara sendiri-sendiri. Shalat Tarawih dikerjakan dengan delapan rakaat. Akan tetapi, ketika Khalifah Umar bin Khattab RA menjabat sebagai khalifah, ia ingin menyatukan kaum Muslim yang shalat Tarawih secara sendiri-sendiri dalam shalat berjamaah dengan dua puluh rakaat. Apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab RA ini juga disepakati oleh para sahabat terkemuka pada waktu itu.
Sedangkan cara mengerjakan shalat Tarawih adalah dengan dua rakaat salam dan terakhir ditutup dengan shalat Witir. Ada juga ulama yang memilih untuk mengerjakan shalat Tarawih dengan cara empat rakaat salam dan terakhir ditutup dengan shalat Witir.
Betapa penting untuk mengerjakan shalat Tarawih ini. Sebab, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan lantas menyempurnakannya dengan shalat malam atau Tarawih maka dosa-dosanya akan diampuni sehingga ia menjadi bersih sebagaimana baru dilahirkan dari ibunya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku menyunnahkan shalat (malam) pada bulan Ramadhan (shalat Tarawih). Oleh karena itu, barangsiapa yang berpuasa dan melakukan shalat malam karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, akan bersih dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Shalat Tarawih dengan Tidak Tergesa-gesa
Agar dapat meraih keutamaan, shalat Tarawih hendaknya dikerjakan dengan tidak tergesa-gesa. Setidaknya, pada beberapa rukun yang disyaratkan dengan tumakninah dapat dilakukan dengan baik. Lebih bagus lagi apabila ada upaya untuk membangun kekhusyukan. Meskipun, hal yang seperti ini tidak harus diupayakan pada shalat Tarawih saja, melainkan pada shalat-shalat yang lainnya, terutama shalat Fardhu. Akan tetapi, bulan Ramadhan hanya setahun sekali, alangkah ruginya bila kita tidak menggunakan malam yang penuh kemuliaan itu dengan baik.
Pada malam di bulan Ramadhan itu pula kita semestinya juga banyak berdoa kepada Allah SWT. Hal ini kita lakukan agar kita dapat keutamaan lebih banyak lagi. Banyak doa yang dapat kita baca; di antara doa (pendek) yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:
أَللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. أَللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَ الْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ النَّارِ.
Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî. Allâhumma inna nas’aluka ridhâka wal jannata wa na’ûdzu bika min sakhathika wan nâr.
Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang memberi ampunan dan suka memberikan ampunan maka ampunilah kami. Ya Allah, kami memohon ridha-Mu dan surga, dan hindarkanlah kami dari murka-Mu dan neraka.”
Makan Secukupnya Saja
Agar kita dapat memanfaatkan malam di bulan Ramadhan dengan baik, termasuk dengan mengerjakan shalat Tarawih, berdzikir, berdoa, dan beberapa ibadah lainnya, memang ada baiknya untuk mengelola cara kita dalam makan. Meskipun pada malam hari sudah diperbolehkan makan, bukan berarti makan sekenyangnya. Bila perut terlalu kenyang maka kita akan cenderung mudah mengantuk, shalat Tarawih pun menjadi terasa berat.
Dalam hal makan, kita jangan sampai berpuasa di bulan Ramadhan itu hanya menukar jadwal makan saja. Kalau di luar Ramadhan, misalnya, makan tiga kali, yakni sarapan pagi, makan siang, dan makan sore/malam; jangan sampai dalam bulan Ramadhan makannya tetap sama, yakni makan pada waktu berbuka, makan sebelum tidur atau setelah shalat Tarawih, dan makan lagi pada waktu sahur. Cara makan seperti ini memang tidak dilarang, akan tetapi kalau kita ingin dapat meraih banyak keutamaan, sebaiknya makan secukupnya saja. []

Tidak ada komentar:
Posting Komentar