07/03/26

Agar Mendapatkan Lailatul Qadar

Pada salah satu malam di bulan Ramadhan, ada satu malam yang kebaikan di dalamnya lebih baik daripada seribu bulan. Itulah malam Lailatul Qadar. Mengenai hal ini, marilah kita perhatikan firman Allah SWT sebagai berikut:
 
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5).

Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Betapa beruntung orang yang mendapatkannya. Berarti, ia telah mendapatkan kebaikan lebih dari 83 tahun 4 bulan. Dan, ternyata keutamaan ini hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW saja. Mengenai hal ini, Anas RA berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

“Lailatul Qadar telah dikarunikan kepada umat ini (umatku) yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumku.”

Betapa bahagianya menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang telah diberikan karunia yang begitu besar sebagaimana Lailatul Qadar. Oleh karena itu, alangkah ruginya bila kita tidak mendapatkannya dalam malam-malam di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW juga menyayangkan apabila umatnya tak mendapatkan kebaikan dalam Lailatul Qadar sebagaimana beliau telah bersabda:

“Sesungguhnya bulan Ramadhan telah tiba kepada kalian, yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa terhalang dari memperoleh kebaikan malam itu, sungguh ia telah kehilangan seluruh kebaikannya. Dan tidaklah terhalang dari mendapatkan kebaikan malam itu kecuali orang yang malang.” (HR. Ibnu Majah).

Oleh karena itu, pada malam-malam di bulan Ramadhan, jangan sampai terlewat tanpa kita mendirikan shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat atas Nabi SAW, dan berdoa kepada Allah SWT. Dengan demikian, semoga kita mendapatkan Lailatul Qadar.

Allah Akan Membangga-banggakan Mereka

Agar kita lebih termotivasi lagi untuk mendapatkan Lailatul Qadar, marilah kita perhatikan sebuah hadits, yakni dari Anas RA, yang menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

“Apabila Lailatul Qadar, maka Jibril turun (ke dunia) bersama kumpulan para malaikat dan akan berdoa bagi orang yang berdiri shalat malam atau duduk mengingat Allah. Dan pada hari Idul Fitri, Allah akan membangga-banggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya dan berfirman, ‘Wahai para malaikat-Ku, apakah balasan bagi orang yang telah melaksanakan pekerjaannya?’ Jawab para malaikat, ‘Ya Rabb kami, hendaklah ia diberi ganjaran untuknya.’ Dia berfirman, ‘Wahai para malaikat-Ku, hamba laki-laki dan perempuan-Ku telah melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka, lalu mereka keluar (untuk shalat Id) dan berdoa mengeraskan suaranya. Sungguh, demi kemuliaan-Ku, kemegahan-Ku, kehormatan-Ku, dan ketinggian tempat-Ku yang tertinggi, pasti Aku kabulkan doa-doa mereka.’ Lalu Allah berfirman kepada manusia, ‘Kembalilah kalian. Sungguh telah Aku ampuni kalian dan Aku ganti keburukan kalian dengan kebaikan-kebaikan.’ Nabi SAW bersabda, ‘Mereka pun kembali dengan memperoleh ampunan.” (HR. Baihaqi).

Subhânallâh…, duhai jiwa yang merindukan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, siapakah yang tidak bersyukur habis-habisan kepada-Nya bila menjadi hamba-Nya yang dibangga-banggakan Allah SWT di hadapan para malaikat-Nya. Sudah demikian, mendapatkan ampunan dan doa-doanya pun dikabulkan-Nya. Itulah orang-orang yang mendapat kebaikan dalam sebuah malam yang bernama Lailatul Qadar.

Kapan Lailatul Qadar?

Bila memang demikian, sungguh teramat besar keinginan hati kita untuk mengetahui kapan turunnya Lailatul Qadar itu?

Menjawab pertanyaan penting tersebut, marilah kita perhatikan sebuah hadits, yakni dari Ubadah bin Shamit RA, ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Lailatul Qadar. Beliau bersabda:

“(Malam Lailatul Qadar) terdapat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada malam-malam ganjil: malam ke-21, 23, 25, 27, 29, atau pada malam terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Di antara tanda-tandanya adalah suasana malam itu akan sunyi, bersih, tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, seperti diteduhi oleh cahaya bulan, setan tidak diizinkan melemparkan bintang-bintang pada malam itu sampai pagi. Dan termasuk tanda-tandanya adalah matahari yang terbit pada pagi hari itu tidak terasa panas cahayanya, seperti bulan purnama. Pada saat itu, Allah melarang setan-setan muncul bersamanya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Telah jelas bagi kita tentang Lailatul Qadar dan tanda-tandanya. Apabila dalam hadits tersebut disampaikan kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan dan pada malam-malam ganjil, bukan berarti kita hanya beribadah pada malam-malam tersebut. Pada setiap malam, bahkan semenjak malam pertama di bulan Ramadhan, kita sudah harus mulai menunggunya dengan beribadah, dan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, kita semakin bersemangat dalam beribadah kepada Allah SWT. Pada malam-malam itu, kita perlu memperbanyak berdoa.

Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW

Sayyidah ‘Aisyah RA pernah bertanya, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau SAW menjawab, “Ucapkanlah:

أَللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. 

Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî.

“Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang memberi ampunan dan suka memberikan ampunan maka ampunilah kami.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad shahih).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar